Cinta pertama
Mungkin beberapa orang sudah pernah merasakan cinta,
namun menurut saya yang paling berkesan itu ya cinta pertama,
kenapa? Ya karna cinta pertama itu adalah awal dari sebuah pencarian jati diri ,
ya atau bisa di bilang masa pencarian untuk masa depan kelak.nama nya ani.
Oke mungkin saya langsung saja cerita aja deh ga usah terlalu ber tele tele hehe...
Awalnya sih saya dengan dia kenal karna saya satu desa sama dia,
tetapi karena saya dari kecil dengan keluarga merantau ke jakarta ,
jadi saya jarang bertemu malah saya setahun ketemu dia itu dalam 1 tahun cuma 1 minggu ,
itu hanya pas lebaran saja, berkenalan pun bisa di bilang ga,
hanya melihat sekilas akan tetapi dengan tatapan yang agak berbeda dari saya,
nah pada saat saya pertama kali saya berbicara pada saat saya sedang liburan selama dua minggu di desa tempat kelahiran saya,
pada saat itu dia masih kelas 3 smp, dan saya pun masih kelas 2 smk,
pada hari itu saya semakin penasaran dengan dia dan akhirnya sayya putuskan saya mencari temen dekatnya.
Setelah saya mencari informasi saya mendapatkan orang terdekat dia ,
namanya fitri mulai dari situ setelah berkenalan saya mulai menyelidiki gimana sifat dan semua tentang dia,
setelah saya mengetahui semua nya saya mulai mendekati ani,
dengan cara mengajak fitri untuk bertemu dengan mengajak ani.
Karna saya baru pertama menyukai wanita , saya gugup,
mau bicarapun saya seperti gagu, tapi saya berusaha untuk tidak salah tingkah,
semua rasa dalam hidup seakan terasa pada saat itu.
Beberapa hari setelah itu saya merasa ingin sekali bertemu dengan dia,
tapi karna dia itu wanita yang bisa di bilang sholehah jarang sekali saya melihat dia keluar rumah,
bingung harus ngelakuin apa .Akhirnya saya memutuskan untuk bermain dengan teman dekatnya,
dan saya berbisara apa yang saya rasakan kepada teman nya ,
agar temannya bisa menyampaikan nya kepada ani,
dan setelah saya meluapkan perasaan itu rasanya sedikit plong,
walaupun engga bertemu langsung tapi saya berpikir bahwa temannya itu pasti akan menyampaikan nya.
Muali dari hari itu saya pun merasakan jika ani mulai merespon saya,
walawpun saya sedikit pesimis karena dia sangan pintar menyembunyikan perasaan nya,
walalu pun terkadang dia juga salah tingkah ketika bertemu dengan saya
Engga kerasa hampir dua minggu, saya di sana,
lalu pada hari itu saya merencanakan malamnya untuk bertemu di rumahnya,
karena saya ke esokan harinya harus berangkat ke jakarta,
pada malam nya tepatnya jam 19.00 saya langsung melucur kerumahnya dengan semangat dan optimis yang tinggi,
setelah saya sampai di rumahnya tiba tiba semangat yang tadinya mebara hilang seketika,
tapi saya beranikan diri ,
saya: tuk..tuk.tuukk..
asalamualaikum..
ibu nya : walaikum salam,
siapa??
saya: wawan
ibu nya : “lalu membukakan pintunya”
dan mempersilahkan duduk
ada apa ya ?
Saya : aninya ada bu?? “ bertannya dengan senyum “
ibu nya : ada tunggu sebenta ya ibu panggilin!
Lalu ani datang.. dan pertamanya sih hanya bincang bincang aja,
saya: aku mau bicara..
ani : apa ngomonga aja..
saya : lalu saya pun mencurahkan semua isi hati dan perasaan saya kepada dia,
saya: gimana kamu mau jadi pacar saya?
ani : iyya ,
saya : iya apa ?
Ani : ia aku mau..
rasanya itu saya senang sekali bahagia,
dan sampai saat ini saya masih menjalani hubungan dengan dia,
engga kerasa waktu berasa cepat berjalan, waktu menujukan jam 9.00 mlm,
dan saya pun harus pulang , dan pamit.
Dan keesokan nya pun saya berangkat,
Begitulah sepenggal cerita tentang hidup penulis, :-))