Wednesday, October 9, 2013




Dari hasil presentase wawancara yang telah penulis lakukan di lingkungan kampus, penulis menemukan bahwa pengaplikasian bahasa baku masih sangatlah rendah. Rata-rata mahasiswa cenderung menggunakan bahasa non baku dan bahasa daerah. Dari beberapa pertanyaan, pengertian Bahasa bakulah yang menempati urutan presentase tertinggi, kemungkinan disebabkan karena Pengetian Bahasa Baku  sudah sering  didengar dari orang-orang disekitar mereka, misalkan guru mereka saat di Sekolah. Memang bukanlah hal mudah untuk menerapkan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan akademis. Selain itu Indonesia memiliki ragam suku, dengan dialek yang berbeda-beda. Jadi wajar jika penerapan bahasa baku masih langka di kalangan masyarakat. Namun, kali ini penulis akan membahas tentang penerapan bahasa baku di kalangan mahasiswa yang masih rendah dan kiat-kiat untuk menerbitkan kembali bahasa baku Indonesia yang perlahan terbenam karena pengaruh globalisasi.
Sebelumnya penulis akan memberikan pegertian singkat dari Bahasa Baku, menurut ahli linguistik Einar Haugen “Bahasa Baku ialah satu jenis bahasa yang menggambarkan keseragaman dalam bentuk dan fungsi bahasa.”

Berikut ini penulis mencoba menjelaskan apa-apa saja fungsi dari Bahasa Baku Indonesia.

Yang pertama, Bahasa Indonesia baku  merupakan pemersatu. Bahasa Indonesia baku adalah pemersatu atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia baku. Bahasa Indonesia baku mengikat kebhinekaan rumpun dan bahasa yang ada di Indonesia dengan membatasi batas-batas kedaerahan. Bahasa Indonesia baku merupakan wahana atau alat pengungkap kebudayaan nasional yang utama.
Kedua, Bahasa Indonesia baku merupakan cirri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Indonesia baku memperkuat perasaan kepribadian nasional masyarakat Indonesia. Dengan bahasa Indonesia baku kita menyatakan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
Ketiga, Bahasa Indonesia baku merupakan penambah wibawa. Pengguna bahasa Indonesia baku akan membawa wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku. Disamping itu, pemakaian bahasa yabg mahir berbahasa Indonesia baku “dengan baik dan benar” memperoleh wibawa dimata orang lain.
Terakhir, Bahasa Indonesia baku juga sebagai kerangka acuan. Bahasa Indonesia baku sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku menjadi tolok ukur pemakaian bahasa Indonesia baku secara benar. Oleh karena itu, penilaian pemakaian bahasa Indonesia baku dapat dilakukan. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku juga menjadi acuan umum bagi segala jenis pemakaian bahasa yang menarik perhatian karena bentuknya yang khas, seperti bahasa ekonomi, bahasa hukum, bahasa sastra, bahasa iklan, bahasa media massa, surat-menyurat resmi, bentuk surat keputusan, undangan, pengumuman, kata-kata sambutan, ceramah, dan pidato.
Nah, dari sini sudah sangatlah jelas, bahwa betapa pentingnya penggunaan bahasa Indonesia baku. Terutama dikalangan mahasiswa, yang merupakan generasi penerus, pengemban amanat, kebanggan bangsa, serta menjadi panutan di masyarakat. Tetapi kembali lagi karena masalah suku dan Gaya, kebanyakan mahasiswa susah atau bahkan malas untuk berbicara dalam bahasa baku yang sesuai dengan EYD. Alasan mereka adalah susah, aneh, tidak terbiasa, janggal, tidak tahu, dan lain sebagainya.
Para mahasiswa cenderung menggunakan kata-kata yang mempunyai sifat yang khas seperti, penggunaan kalimat yang sederhana, singkat, kurang lengkap, dan tidak banyak menggunakan kata penghubung, serta menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim dipakai sehari-hari. Contoh: bilang, bikin, pergi, biarin. Bahasa-bahasa inilah yang sering digunakan oleh kalangan mahasiswa kebanyakan, karena dianggap modern.
Sebenarnya penerapan bahasa baku tidaklah susah dan serumit yang dipikirkan dalam penggunaanya pada percakapan sehari-hari. Kita hanya perlu untuk membiasakan diri dengan sering membaca koran, artikel-artikel ilmiah, novel-novel sastra, atau juga menonton berita. Didalam koran, artikel, maupun karya-karya sastra, sudah pasti penulisan yang digunakan sesuai dengan EYD. Jadi, ini sangatlah baik bagi mahasiswa untuk memperbanyak membaca dan juga mendengar berita, karena selain menambah wawasan, para mahasiswapun bisa belajar menelaah bahasa-bahasa yang digunakan didalamnya, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena jika bukan kita, siapa lagi?
Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai mahasiswa generasi penerus bangsa, haruslah mulai membiasakan diri dan menghidupkan kembali bahasa Indonesia yang baku dan baik di dalam kehidupan sehari hari, mengingat beberapa fungsi bahasa Indonesia yang adalah bahasa nasional, identitas nasional dan juga sebagai bahasa kebanggaan bangsa kita.
06 July 2013 | 06:48


    sumber : Nurhayyu Suprihatin
                  Http://ekonomi.kompasiana.com
  



        
Senin, 07-Nopember-2011, 07:32:46




           Kelompok pemuda dan mahasiswa melakukan konsolidasi di Jakarta dan di salah satu tuntutan mereka adalah percepatan pergantian kepemimpinan nasional menjadi syarat utama. Seruan menurunkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono menggelora. Cenederung aksi/gerakan mahasiswa terlalu emosional menyikapi carut marut sistem presidensil dan situasi nasional sekarang. Kalau mau percepatan, harus ada tatanan dan sistemnya terlebih dahulu. Bagaimana supaya tidak terjadi kekacauan dan gejolak dimana-mana.
           Gerakan mahasiswa sejati selalu bertumpu pada idealisme kerakyatan, yaitu mengkritisi peran atau kebijakan penguasa yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat dengan memberikan solusinya yang berkeadilan sosial. Sekarang ini banyak gerakan mahasiswa ditunggangi oleh satu kekuatan partai politik, kelompok elite, atau pemodal tertentu. Gerakan mahasiswa telah ditunggangi pihak-pihak tertentu hanya bertujuan untuk kepentingan politik pragmatis semata. Pergerakan kalangan ini sudah di-setting oleh pihak-pihak tertentu.
           Gerakan mahasiswa semacam inilah yang dinamakan dipolitisasi atau depolitisasi. Semangat perjuangan gerakan mereka bukan lagi untuk rakyat, melainkan lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Karakteristik gerakan ini cenderung tidak konsisten dan konsekuen terhadap isu yang diusungnya. Mahasiswa adalah generasi penerus harapan bangsa, yang sangat dibutuhkan dan didambakan visi kerakyatan kepemimpinannya. Jika sebelum menjadi pemimpin saja sudah demikian, bagaimanakah nasib bangsa dan negara ini di masa depan saat mereka memimpin?
            Unjuk rasa yang sering dilakukan oleh mahasiswa akhir-akhir ini sering menjurus ke tindakan kekerasan dan anarkisme. Ini sungguh memalukan. Meski bagaimanapun unjuk rasa atau demonstrasi itu hanyalah salah satu metode untuk mengungkapkan dan mengevaluasi kepemimpinan yang sedang berkuasa. Aksi/Gerakan Mahasiswa harus memikirkan potensi kehancuran negara kalau perubahan itu didasari emosi belaka dan selalu menerapkan trial and error. Bisa terjadi perebutan kekuasaan di daerah-daerah, terjadilah negara-negara kecil seperti Uni Soviet.

Wawan Budyawan, Spd
Pemerhati Masalah Sosial dan Budaya



                                                                                                       sumber : http://www.mimbar-opini.com

Wednesday, June 19, 2013


Penerapan interaksi manusaia dengan komputer di bidang pertanian
         
       Sistem informasi dan teknologi komputer telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan kegiatan usaha manusia. Seiring berjalan dan berkembangnya zaman, system informasi dan teknologi juga telah mengalami perubahan-perubahan dan kemajuan yang telah disesuaikan pada setiap kebutuhan manusia.
          Dalam dunia yang serba digital sekarang ini, ditambah lagi teknologi yang terus berkembang, penerapan aplikasi teknologi dalam berbagai bidang pun terus dilakukan, tidak terkecuali dalam sektor pertanian, sektor perekonomian utama di Indonesia mengingat sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dalam dunia pertanian.
          Salah satu contohnya adalah aplikasi GIS atau Geographical Information System, dan jika diterjemahkan secara bebas ke bahasa Indonesia, kita bisa menyebutnya SIG atau Sistem Informasi Geografi. SIG adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja
           Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
            Walaupun saat ini penggunaan SIG dalam bidang pertanian belum umum dipakai, karena seringnya SIG diapakai untuk melihat kerusakan lahan akibat bencana alam, tapi bukanya tidak mungkin penerapan SIG dalam dunia pertanian akan makin sering dipakai. Sistem SIG ini bukan semata-mata software atau aplikasi komputer, namun merupakan keseluruhan dari pekerjaan managemen pengelolaan lahan pertanian, pemetaan lahan, pencatatan kegiatan harian di kebun menjadi database, perencanaan sistem dan lain-lain. Sehingga bisa dikatakan merupakan perencanaan ulang pengelolaan pertanian menjadi sistem yang terintegrasi.

Penerapan Interaksi Manusia Dan Komputer Dibidang Pemerintahan


Penerapan Interaksi Manusia Dan Komputer Dibidang Pemerintahan
          Hampir setiap perkantoran suatu instansi pemerintahan mengunakan komputer. Pengunanya mulai sekedar untuk mengelola dat aadministrasi tata usaha, pelayanan masyarakat, pengelola dan dokumentasi data penduduk, perencanaan, satatiska, pengambilan keputusan, dan lain sebagainya.
           E-Government adalah pengunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak – pihak lain. Pengunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti : G2C (Government to citizen), G2B (Gvernment to business enterprises), dan G2G (inter-agency relationship). Bahakan saat ini dengan adanya e-government,komputer memiliki peran yang sangat penting bagi pemerintah melakukan sosialisasi berbagi kebijakan, melakukan pemberdayaan masyarakat, termasuk kerjasama antar pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis, mengenalkan petensi wilayah dan parowisata, dan sebagainya.
            Dimungkinkan bahwa teknologi informasi dalma masa yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan politik, misalnya untuk pemilihan umum (E-voting) selain untuk masyarakat bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para eksekutif dan legislative pemerintah melaui e-mail atau elektronik forum melaui web yang digunkan pemerintah setempat.
pengenguna internet bisa mencari informasi apa saja yang di butuhkan  misalanya : informasi berita, sekolah, buku dan perpustakaan, kencan dan perjodohan, belanja atau pembayaran onlain, chating, memutat radio, vidio, musik, bermain games, saling menukar informasi dan data (mail), konsultasi dan tanya jawab, poling , periklanan,dan bahkan merusak komputer orang lain dari jarak jauh, pesan kamar hotel, tiket pesawat, dan sebagainya.

Penerapan Interaksi Manusia Dan Komputer Dibidang Industri
        Robot adalah lengan manipulator berfungsi jamak yg dapat di program untuk mengerakan bahan-bahan, suku cadang, peralatan/alat industry lainya melalui berbagai program pergerakan untuk melaksanakan berbagai macam tugas. Akhir dasawarsa 80-an, Jepang berhasil merebut posisi sebagai negara industri yang paling terkemuka di dunia, dimana pada satu dasawarsa sebelumnya posisi tersebut masih dimiliki oleh negara Amerika Serikat.
Salah satu produk utama jepang pada saat itu adalah kendaraan bermotor seperti :Honda, Toyota, Nissan, Daihatsu, dsb. Dari sekian banyak pengkajian yang telah dilakukan ditemukan beberapa fakta yaitu :
       Jepang disamping ketekunan kerjanya, telah memanfaatkan jasa komputer dan robot dalam industri mereka. Satu hal yang membedakan robot dengan mesin lainnya dalam otomasi industri adalahkemampuannya untuk deprogram. Namun Bapak robot untuk industri adalah George Deval.

FLOWCHART MEMASAK MIE INSTAN











Algoritmanya:
a. Rebus air hingga mendidih.
b. Masukkan mie instan.
c. Tunggu beberapa menit hingga mie terlihat matang.
d. Jika mie sudah dirasa matang, angkat dan tiriskan.
e. Campurkan bumbu-bumbu, dan aduk hingga rata.
Pengertian GUI dan CLI

Pengertian GUI dan CLI. Tentu kakak-kakak pernah mendengar tentang GUI dan CLI. Bagi kalian yang belum mengetahuinya pasti bertanya-tanya tentang Pengertian GUI dan CLI. Antarmuka pada sistem operasi atau komputer terbagi menjadi 2 jenis, yaitu GUI dan CLI.

GUI (Graphical User Interface), adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu grafis agar mempermudah para pengguna-nya untuk berinteraksi dengan komputer atau sistem operasi.

Jadi, GUI merupakan antarmuka pada sistem operasi komputer yang menggunakan menu grafis. Menu grafis ini maksudnya terdapat tampilan yang lebih ditekankan untuk membuat sistem operasi yang user-friendly agar para pengguna lebih nyaman menggunakan komputer. Menu grafis itu ya seperti ada grafis-grafis atau gambar-gambar dan tampilan yang tujuannya untuk memudahkan para pengguna menggunakan sistem operasi.



gambar : KDE pada windows8


gambar : CLI pada CMD

Contoh sistem operasi yang menggunakan GUI adalah windows 8  yg menggunakan Desktop Environment .

CLI (Command Line Interface), adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu baris perintah atau text atau ketikkan dari keyboard untuk berinteraksi denga sistem operasi atau komputer tersebut.

Jadi, GUI merupakan antarmuka yang menggunakan input dari keyboard untuk bisa berinteraksi dengan komputer tersebut. CLI lebih ditujukan kepada sistem operasi yang digunakan sebagai komputer server. Karena menggunakan CLI dirasa lebih efisien dan cepat daripada menggunakan GUI. Untuk berinteraksi dengan komputer, harus dengan menggunakan bafris perintah yang bisa dikenali oleh komputer. Jadi, untuk orang yang masih awam menggunakan mode CLI, masih dirasa cukup repot untuk menggunakannya.

Contoh sistem operasi yang menggunakan CLI adalah Ubuntu Server dan Windows Server 2008,DOS.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa GUI dan CLI merupakan tampilan antarmuka yang digunakan sesuai kebutuhan para penggunanya. Pada GUI menggunakan mode grafis, dan pada CLI menggunakan mode baris perintah atau text.

Friday, January 11, 2013


PERT (Program Evaluation and Riview Technique)


PERT  (PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE)
Kompleksitas sebuah pengelolaan proyek, membutuhkan identifikasi dan pemetaan atas rangkaian kegiatan yang bisa saja harus dilakukan secara serial (berurutan) atau dapat dilakukan secara paralel. Pemetaan ini dapat disusun dalam bentuk model jaringan.
Critical Path Method (CPM) dikembangkan pada tahun 1957 sebagai model jaringan untuk pemetaan alur proyek. CPM adalah metode perancangan alur proyek yang menggunakan perkiaan waktu tetap untuk setiap kegiatannya. Walau mudah dimengerti dan digunakan, CPM tidak mempertimbangkan variasi waktu yang mungkin saja dapat terjadi dan dapat memiiki dampak yang bbesar terhadap target waktu penyelesaian sebuah proyek.
Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah suatu model jaringan yang mampu memetakan waktu penyelesaian kegiatan yang acak. PERT dikembangkan pada akhir tahun 1950-an untuk proyek U.S NAVY's Polaris yang memiliki ribuan kontraktor. PERT dikembangkan agar tercipta ruang/potensi untuk pengurangan waktu dan biaya yang diperlukan untuk penyelesaian proyek tersebut.
Diagram (Jaringan) PERT
Dalam pengelolaan proyek, sebuah 'aktivitas' adalah kegiatan yang harus dikerjakan dan sebuah 'event' atau 'acara' merupakan tahapan penyelesaian dari satu atau lebih kkegiatan. Sebelum sebuah kegiatan dapat dimulai, semua kegiatan yang menjadi prasyarat bagi kegiatan tersebut harus seudah terselesaikan.
Diagram PERT memiliki dua komponen utama yaitu aktivitas (activities) dan tonggak event/acra (milestone). Kedua komponen ini ditandai dengan busur dan titik. Activities digambarkan pada busur dan milestone digambarkan pada titik (lingkaran).

Activities digambarkan oleh busur dan diberi kode A,B.C dst, sebagai simbol Kegiatan A:............, Kegiatan B:.........., Kegiatan C:............., dst. Busur juga diberikan keterangan berapa lama perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan milestone digambarkan oleh titik/lingkaran yang diberi nomor kode 10,20,30 dst, bertujuan untuk memberi ruang apabila kemudian diperlukan penambahan kegiatan diantara masing-masing titik, misalnya diantara titik 10 dan 20, akan ditambahkan titik 15.
Proses perencanaan PERT melliputi langkah-langkah berikut :
1.      Mengidentiifikasi kegiatan (activities) dan tonggak proyek (milestone) yang spesifik.
2.      Menentukan urutan yang tepat dari kegiatan-kegiatan.
3.      Menyusun model diagram jaringan.
4.      Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk masing-masing kegiatan.
5.      Menentukan tahapan dan jaur kritis.
6.      Melakukan pemantauan dan evaluasi serta koreksi pada diagram PERT selama proyek berlangsung.
Diagram PERT sangat bermanfaat bagi pengelolaan sebuah proyek karena menyediakan informasi berikut :
·         Jangka waktu penyelesaian proyek.
·         Kemungkinan penyelesaian proyek sebelum tanggal yang ditentukan.
·         Tahapan kegiatan yang kritis, yang dapat dikelola sebagai tambahan waktu bagi tahapan kegiatan kritis.
·         Tanggal kegiatan dimulai dan tanggal kegiatan berakhir (periode program).
Keterbatasan dan kelemahan diagram PERT secara umum adalah bahwa perkiraan atas waktu yang dibutuhkan bagi masing-masing kegiatan bersifat subyektif dan tergantung pada asumsi. Sehingga secara umum PERT cenderung terlalu optimis dalam menetapkan waktu penyelsaian sebuah proyek.
Literasi : NetMBA.Business Knowledge Centre

Daftar Pustaka : http://penabulu.org/2012/01/apa-itu-pert-program-evaluation-and-proyek-technique/


Connected Mathematics Project Cmp


Pembelajaran Kooperatif
Mathematics Education, Problem Posing, Open Ended, Probing-Prompting, Cycle Learning, Reciprocal,
Somatic Auditory Visualization Intellectually, Visualization Auditor Kinestic, Auditory Intellectualy Repetition,
Means-Ends Analysis, Creative Problem Solving, Think Talk Write, TwoSatay-Two Stray, Connecting Organizing
Reflecting Extending, Survey Question Read Recite Review, Survey Question Read Reflect Recite Review,
Meaningful Instructionnal Design, certainly of Response Index, Double Loop Pro ... Project Based Learning,
Active Learning, Reflective Learning, Aktif-Reflektif, inul Dance, Concept Song, dan Beyond Center and Circle
Time. Akan tetapi dari banyak macam tipe pembelajaran koperatif di atas yang banyak dikembangkan adalah
model STAD dan Jigsaw. Group Investigation sendiri adalah model pembelajaran yang paling kompleks dan
paling sulit diterapkan, sehingga hal inilah yang menjadi dasar peneliti menerapkan model GI dan sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran. Student Tea ...
Model pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap
belajar dikalangan siswa, mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil
pembelajaran yang lebih optimal (Isjoni, 2009 8). Merujuk pada hal ini perkembangan model pembelajaran terus
mengalami perubahan dari model tradisional menuju model yang lebih modern. Model pembelajaran berfungsi
untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas kepada siswa
guna mencapai tujuan pembelajaran.Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran, salah
satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif. Kooperatif
berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperate yang berarti bekerja bersama-sama. Pembelajaran menurut Degeng
adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan sejumlah
siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda (Isjoni,2009 14).Menurut Slavin


 PENGERTIAN  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

          Model pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap belajar dikalangan siswa, mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil pembelajaran yang lebih optimal (Isjoni, 2009: 8). Merujuk pada hal ini perkembangan model pembelajaran terus mengalami perubahan dari model tradisional menuju model yang lebih modern. Model pembelajaran berfungsi untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas kepada siswa guna mencapai tujuan pembelajaran.
Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif. Kooperatif berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperate yang berarti bekerja bersama-sama. Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda (Isjoni,2009 : 14).
Menurut Slavin (1985) dalam bukunya Isjoni (2010: 12) mengatakan, bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Model pembelajaran koperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Terdapat empat unsur penting dalam pembelajaran kooperatif yaitu, adanya peserta didik yang terbagi dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan adanya tujuan yang harus dicapai (Sanjaya, 2008: 241). Pembelajaran kooperatif adalah miniatur dari bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing (Suyatno, 2009: 51)
Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran  kooperatif adalah suatu model pembelajaran saat ini yang banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli pada orang lain. Model ini telah terbukti dapat dipergunakan dalam berbagai mata pelajaran dan berbagai usia.
Pada hakekatnya pembelajaran kooperatif sama dengan kerja kelompok, oleh karena itu banyak guru yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang aneh dalam pembelajaran kooperatif karena menganggap telah terbiasa menggunakannya. Walaupun pembelajaran kooperatif terjadi dalam bentuk kelompok, namun tidak setiap kerja kelompok dikatakan pembelajaran kooperatif. Roger dan David dalam Bukunya Suprijono (2010: 58) mengatakan bahwa tidak semua belajar berkelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Prosedur pelaksanaan model pembelajaran kooperatif yang benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu yang bercirikan memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat dan diakui dari perolehan pengetahuan yang didistribusikan dalam bentuk nilai hasil belajar.
Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif adalah setiap anggota memiliki peran, terjadi hubungan interaksi langsung diantara siswa, setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya, guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, dan guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.
Tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik pembelajaran sebagaimana dikemukakan Slavin (1995) dalam bukunya Isjoni (2009: 33), yaitu :

1.       Penghargaan kelompok, penghargaan kelompok ini diperoleh jika kelompok mencapai skor diatas kriteria yang ditentukan.
2.       Pertanggung jawaban individu, pertanggungjawaban ini menitikberatkan pada aktivitas anggota kelompok yang saling membentu dalam belajar.
3.       Kesempatan yang sama untuk berhasil, setiap siswa baik yang berprestasi rendah atau tinggi sama-sama memperoleh kesempatan untuk berhasil dan melakukan yang terbaik bagi kelompoknya.
Tipe Pembelajaran Kooperatif
Macam tipe pembelajaran model pembelajaran kooperatif sangat beragam seperti yang terdapat dalam buku Suyatno (2009) tentang Menjelajah Pembelajaran Inovatif ada 96 variasi model pembelajaran kooperatif, antara lain Student Teams Achievement Division, Numbered Head Together, Jigsaw,Think Pairs Share, Teams Games Tournament, Group Investigation, Contextual Teaching and Learning, Team Assisted Individualy, Problem Based Instruction, Realistic Mathematics Education, Problem Posing, Open Ended, Probing-Prompting, Cycle Learning, Reciprocal, Somatic Auditory Visualization Intellectually, Visualization Auditor Kinestic, Auditory Intellectualy Repetition, Means-Ends Analysis, Creative Problem Solving, Think Talk Write, TwoSatay-Two Stray, Connecting Organizing Reflecting Extending, Survey Question Read Recite Review, Survey Question Read Reflect Recite Review, Meaningful Instructionnal Design, certainly of Response Index, Double Loop Problem Solving, Cooperative Integrated Reading and Composition, Inside Outside Circle, Diskursus Multy Reprecentacy, KUASAI, Tari Bambu, Artikulasi, Debat, Role Playing, Talking Stick, Student Facilitator and Explaining, Course Review Horay, Demonstration, Explicit Instruction, Scramble, Pair Check, Make-a Macht, Mind Mapping, Examples Non Examples, Direct Instruction, Picture and Picture, Cooperative Script, Laps-Heuristik, Improve, Circuit Learning, Complete Sentence, Concept Sentence, Kumon, Time Token, Take and Give, Superitem, Hibrid, Trefinger, Induktif, Deduktif, Interaktif, Integratif, Generatif, Science Environment Technology & Society, Tematik, Fragmeted, Connectec, Nested, Sequenced, Shared, Webbed, Threaded, Integrated, Immersed, Networked, Grammer, Read, Audiolingual, Reseptif, Produktif, Komunikatif, Mind Mapping, Game, Nature Learning, Dol Speak, Learning Together, Deep Dialogue, Project Based Learning, Active Learning, Reflective Learning, Aktif-Reflektif, inul Dance, Concept Song, dan Beyond Center and Circle Time.
Akan tetapi dari banyak macam tipe pembelajaran koperatif di atas yang banyak dikembangkan adalah model STAD dan Jigsaw. Group Investigation sendiri adalah model pembelajaran yang paling kompleks dan paling sulit diterapkan, sehingga hal inilah yang menjadi dasar peneliti menerapkan model GI dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.

1.       Student Team Achievement Division (STAD)
Tipe STAD adalah model pembelajaran kooperatif untuk pengelompokkan kemampuan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. Keanggotaan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.
2.       Jigsaw
Ciri-ciri pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, yaitu setiap anggota tim terdiri dari 5-6 orang yang disebut kelompok asal, kelompok asal tersebut dibagi lagi menjadi kelompok ahli, kelompok ahli dari masing-masing kelompok asal berdiskusi sesuai keahliannya, dan kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk saling bertukar informasi.
3.       Group Investigation
Tipe ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang kompleks karena memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip belajar demokrasi. Tipe ini dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran akan memberi peluang kepada siswa untuk lebih mempertajam gagasan dan guru akan mengetahui kemungkinan gagasan siswa yang salah sehingga guru dapat memperbaiki kesalahannya.
Secara ringkas sintak pembelajaran tipe pembelajaran GI adalah pemilihan topik, perencanaan kooperatif, implementasi, analisis dan sintesis, presentasi hasil final, dan evaluasi. Jadi tipe GI merupakan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok kecil dimana siswa bekerja menggunakan inquiri kooperatif, perencanaan, proyek, diskusi kelompok, dan kemudian mempresentasikan penemuan mereka kepada kelas. Tipe ini paling kompleks dan sulit diterapkan dibandingkan metode kooperatif yang lain.
Asumsi
Asumsi yang mendasari pengembangan pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : (Joyce, 2009 : 302)

1.       Sinergi yang ditingkatkan dalam bentuk kerjasama akan meningkatkan motivasi yang jauh lebih besar daripada dalam bentuk lingkungan kompetitif individual.
2.       Anggota-anggota kelompok kooperatif dapat saling belajar satu sama lain. Setiap pembelajar akan memiliki bantuan yang lebih banyak daripada dalam sebuah struktur pembelajaran yang menimbulkan pengucilan antar satu siswa dengan siswa lainnya.
3.       Interaksi antaranggota, akan menghasilkan aspek kognitif semisal kompleksitas sosial, menciptakan sebuah aktivitas intelektual yang dapat mengembangkan pembelajaran ketika dibenturkan pada pembelajaran tunggal.
4.       Kerjasama meningkatkan perasaan positif terhadap satu sama lain, menghilangkan pengasingan dan penyendirian, membangun sebuah hubungan, dan memberikan sebuah pandangan positif mengenai orang lain.
5.       Kerjasama meningkatkan penghargaan diri, tidak hanya melalui pembelajaran yang terus berkembang, namun juga melalui perasaan dihormati dan dihargai oleh orang lain dalam sebuah lingkungan.
6.       Siswa yang mengalami dan menjalani tugas serta merasa harus bekerjasama dapat meningkatkan kapasitasnya untuk bekerjasama secara produktif. Dengan kata lain, semakin banyak siswa mendapat kesempatan untuk bekerjasama, maka mereka akan semakin mahir bekerjasama, dan hal ini akan sangat berguna bagi skill sosial mereka secara umum.
7.       Siswa, termasuk juga anak-anak, bisa belajar dari beberapa latihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerjasama.
Keuntungan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif
Sharan (1990) mengatakan bahwa pembelajaran dengan sistem pengelompokan dapat menyebabkan berpindahnya motivasi dari tataran eksternal pada tataran internal (Joyce, 2009: 309). Dengan kata lain, ketika siswa bekerjasama dalam menyelesaikan sebuah tugas, mereka akan tertarik pada materi pembelajaran tersebut karena menyadari kepentingannya sebagai siswa terhadap materi tersebut.
Secara rinci keuntungan menggunakan model pembelajaran kooperatif adalah :

1.       Dapat memberikan efek yang sangat ampuh pada waktu singkat, baik dalam aspek pembelajaran akademik maupun aspek skill.
2.       Memberikan seorang (atau beberapa orang) pendamping belajar yang menyenangkan dan bersama-sama mengembangkan skill bersosial serta berempati terhadap orang lain.
3.       Dapat meningkatkan perasaan positif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Sanjaya (2008: 249) keunggulan dan kelemahan dari pembelajaran kooperatif adalah :Keunggulan
1.       Siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri.
2.       Dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan.
3.       Dapat membantu anak untuk merespon orang lain.
4.       Dapat memberdayakan siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
5.       Dapat meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.
6.       Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik.
7.       Dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata.
8.      Dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.
Kelemahan
1.       Dengan leluasanya pembelajaran maka apabila keleluasaan itu tidak optimal maka tujuan dari apa yang dipelajari tidak akan tercapai.
2.       Penilaian kelompok dapat membutakan penilaian secara individu apabila guru tidak jeli dalam pelaksanaannya.
3.       Mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan waktu yang panjang.
Selanjutnya dalam bukunya Isjoni (2009: 36) Jarolimek & Parker mengatakan keunggulan yang diperoleh dalam pembelajaran ini adalah :

1.       Saling ketergantungan yang positif.
2.       Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.
3.       Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
4.       Suasana kelas yang rileks dan menyenangkan.
5.       Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antar siswa dan guru.
6.       Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.
Kelemahan model pembelajaran kooperatif adalah :

1.       Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran, dan waktu.
2.       Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai.
3.       Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
4.       Saat diskusi kelas terkadang didominasi seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.



 http://blog.tp.ac.id