Connected Mathematics Project Cmp
Pembelajaran Kooperatif
Mathematics Education, Problem Posing, Open Ended, Probing-Prompting, Cycle Learning, Reciprocal,
Somatic Auditory Visualization Intellectually, Visualization Auditor Kinestic, Auditory Intellectualy Repetition,
Means-Ends Analysis, Creative Problem Solving, Think Talk Write, TwoSatay-Two Stray, Connecting Organizing
Reflecting Extending, Survey Question Read Recite Review, Survey Question Read Reflect Recite Review,
Meaningful Instructionnal Design, certainly of Response Index, Double Loop Pro ... Project Based Learning,
Active Learning, Reflective Learning, Aktif-Reflektif, inul Dance, Concept Song, dan Beyond Center and Circle
Time. Akan tetapi dari banyak macam tipe pembelajaran koperatif di atas yang banyak dikembangkan adalah
model STAD dan Jigsaw. Group Investigation sendiri adalah model pembelajaran yang paling kompleks dan
paling sulit diterapkan, sehingga hal inilah yang menjadi dasar peneliti menerapkan model GI dan sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran. Student Tea ...
Model pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap
belajar dikalangan siswa, mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil
pembelajaran yang lebih optimal (Isjoni, 2009 8). Merujuk pada hal ini perkembangan model pembelajaran terus
mengalami perubahan dari model tradisional menuju model yang lebih modern. Model pembelajaran berfungsi
untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas kepada siswa
guna mencapai tujuan pembelajaran.Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran, salah
satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif. Kooperatif
berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperate yang berarti bekerja bersama-sama. Pembelajaran menurut Degeng
adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan sejumlah
siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda (Isjoni,2009 14).Menurut Slavin
Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif. Kooperatif berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperate yang berarti bekerja bersama-sama. Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda (Isjoni,2009 : 14).
Menurut Slavin (1985) dalam bukunya Isjoni (2010: 12) mengatakan, bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Model pembelajaran koperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Terdapat empat unsur penting dalam pembelajaran kooperatif yaitu, adanya peserta didik yang terbagi dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan adanya tujuan yang harus dicapai (Sanjaya, 2008: 241). Pembelajaran kooperatif adalah miniatur dari bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing (Suyatno, 2009: 51)
Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran saat ini yang banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli pada orang lain. Model ini telah terbukti dapat dipergunakan dalam berbagai mata pelajaran dan berbagai usia.
Pada hakekatnya pembelajaran kooperatif sama dengan kerja kelompok, oleh karena itu banyak guru yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang aneh dalam pembelajaran kooperatif karena menganggap telah terbiasa menggunakannya. Walaupun pembelajaran kooperatif terjadi dalam bentuk kelompok, namun tidak setiap kerja kelompok dikatakan pembelajaran kooperatif. Roger dan David dalam Bukunya Suprijono (2010: 58) mengatakan bahwa tidak semua belajar berkelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Prosedur pelaksanaan model pembelajaran kooperatif yang benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu yang bercirikan memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat dan diakui dari perolehan pengetahuan yang didistribusikan dalam bentuk nilai hasil belajar.
Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif adalah setiap anggota memiliki peran, terjadi hubungan interaksi langsung diantara siswa, setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya, guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, dan guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.
Tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik pembelajaran sebagaimana dikemukakan Slavin (1995) dalam bukunya Isjoni (2009: 33), yaitu :
Macam tipe pembelajaran model pembelajaran kooperatif sangat beragam seperti yang terdapat dalam buku Suyatno (2009) tentang Menjelajah Pembelajaran Inovatif ada 96 variasi model pembelajaran kooperatif, antara lain Student Teams Achievement Division, Numbered Head Together, Jigsaw,Think Pairs Share, Teams Games Tournament, Group Investigation, Contextual Teaching and Learning, Team Assisted Individualy, Problem Based Instruction, Realistic Mathematics Education, Problem Posing, Open Ended, Probing-Prompting, Cycle Learning, Reciprocal, Somatic Auditory Visualization Intellectually, Visualization Auditor Kinestic, Auditory Intellectualy Repetition, Means-Ends Analysis, Creative Problem Solving, Think Talk Write, TwoSatay-Two Stray, Connecting Organizing Reflecting Extending, Survey Question Read Recite Review, Survey Question Read Reflect Recite Review, Meaningful Instructionnal Design, certainly of Response Index, Double Loop Problem Solving, Cooperative Integrated Reading and Composition, Inside Outside Circle, Diskursus Multy Reprecentacy, KUASAI, Tari Bambu, Artikulasi, Debat, Role Playing, Talking Stick, Student Facilitator and Explaining, Course Review Horay, Demonstration, Explicit Instruction, Scramble, Pair Check, Make-a Macht, Mind Mapping, Examples Non Examples, Direct Instruction, Picture and Picture, Cooperative Script, Laps-Heuristik, Improve, Circuit Learning, Complete Sentence, Concept Sentence, Kumon, Time Token, Take and Give, Superitem, Hibrid, Trefinger, Induktif, Deduktif, Interaktif, Integratif, Generatif, Science Environment Technology & Society, Tematik, Fragmeted, Connectec, Nested, Sequenced, Shared, Webbed, Threaded, Integrated, Immersed, Networked, Grammer, Read, Audiolingual, Reseptif, Produktif, Komunikatif, Mind Mapping, Game, Nature Learning, Dol Speak, Learning Together, Deep Dialogue, Project Based Learning, Active Learning, Reflective Learning, Aktif-Reflektif, inul Dance, Concept Song, dan Beyond Center and Circle Time.
Akan tetapi dari banyak macam tipe pembelajaran koperatif di atas yang banyak dikembangkan adalah model STAD dan Jigsaw. Group Investigation sendiri adalah model pembelajaran yang paling kompleks dan paling sulit diterapkan, sehingga hal inilah yang menjadi dasar peneliti menerapkan model GI dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
Tipe STAD adalah model pembelajaran kooperatif untuk pengelompokkan kemampuan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. Keanggotaan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.
Ciri-ciri pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, yaitu setiap anggota tim terdiri dari 5-6 orang yang disebut kelompok asal, kelompok asal tersebut dibagi lagi menjadi kelompok ahli, kelompok ahli dari masing-masing kelompok asal berdiskusi sesuai keahliannya, dan kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk saling bertukar informasi.
Tipe ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang kompleks karena memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip belajar demokrasi. Tipe ini dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran akan memberi peluang kepada siswa untuk lebih mempertajam gagasan dan guru akan mengetahui kemungkinan gagasan siswa yang salah sehingga guru dapat memperbaiki kesalahannya.
Asumsi
Asumsi yang mendasari pengembangan pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : (Joyce, 2009 : 302)
Sharan (1990) mengatakan bahwa pembelajaran dengan sistem pengelompokan dapat menyebabkan berpindahnya motivasi dari tataran eksternal pada tataran internal (Joyce, 2009: 309). Dengan kata lain, ketika siswa bekerjasama dalam menyelesaikan sebuah tugas, mereka akan tertarik pada materi pembelajaran tersebut karena menyadari kepentingannya sebagai siswa terhadap materi tersebut.
Secara rinci keuntungan menggunakan model pembelajaran kooperatif adalah :

RSS Feed
Twitter
9:35 PM
WAWAN GUNAWAN